Kaleidoskop Militer Indonesia 2021: Tantangan Jenderal Pilihan Jokowi Hadapi Teror KKB
Sejumlah peristiwa yang menarik perhatian publik terjadi dari dunia militer Indonesia. Mulai dari munculnya Panglima TNI yang baru, hingga tantangan menghadapi ancaman teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Berikut ini sejumlah peristiwa menarik perhatian publik dari dunia militer Indonesia sepanjang tahun 2021.
Jenderal Pilihan Jokowi
Pada 17 November 2021, Jokowi melantik Andika Perkasa naik pangkat dari Kepala Staf Angkatan Darat menjadi Panglima TNI.
Jenderal Andika Perkasa menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang telah memasuki masa pensiun.
Ketika itu ada 2 nama yang hangat dibicarakan menjadi panglima TNI. Yakni KSAD Andika Perkasa dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. Namun, Jokowi lebih memilih Andika Perkasa untuk dijadikan calon tunggal.
Pada hari yang sama, Jokowi juga melantik Mayor Jenderal TNI Surhayanto menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Surhayanto menggantikan Letjen TNI Ganip Warsinto yang saat itu akan memasuki masa pensiun.
Sebelum dilantik, Surhayanto menjabat sebagai Panglima Kodam lima Brawijaya. Surhayanto juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden pada periode 2019-2020 atau era Presiden Jokowi.
Dan yang terakhir, pelantikan Letnan Jenderal Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Andika.
Dengan dilantiknya dirinya menjadi KSAD, pangkat Dudung naik satu tingkat menjadi Jenderal.
Dudung dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, bersama dengan pelantikan Panglima TNI dan ketua BNPB.
TNI Hadang Tank Israel di Lebanon
Nyali besar TNI mendapat sorotan publik dalam negeri dan dunia pada 10 Maret 2021. Prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB UNIFIL, menghadang 3 Tank Merkava milik Israel di perbatasan Lebanon.
Dengan gagah berani, Prajurit TNI mencegah bentrokan senjata antara Israel dan Lebanon di Blue Line Temporary Point (TP) 35 dan 36 lebanon Selatan.
Diketahui, kedua pihak bersitegang lantaran pembuatan jalan baru oleh Tentara Lebanon di Temporary Point (TP) 35.
Berkat keberadaan prajurit TNI dan tentara dari negara lain, bentrokan ketika itu berhasil digagalkan.
Kapal Selam KRI Nanggala 402 Tenggelam
Satu bulan berselang, kabar duka datang dari dunia militer Indonesia. Kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak di Perairan utara Bali pada 21 April 2021.
Setelah hilang kontak, sejumlah kapal pun dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Tetapi, usai 72 jam lamanya pencarian, tepatnya pada minggu 25 April 2021, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyatakan bahwa KRI Nanggala 402 tenggelam.
Sebanyak 53 awak kapal gugur dalam kecelakaan yang diakibatkan retaknya kapal buatan Jerman tahun 1978 tersebut.
Latihan Tempur Terbesar TNI-Militer AS
Latihan bersama antara TNI Angkatan Darat dan Tentara Amerika Serikat yang bertajuk Garuda Shield ke-15 digelar sepanjang 1 hingga 14 Agustus 2021.
Total ada 2.161 prajurit TNI AD dan 1.574 personel US ARMY mengikuti latihan bersama tersebut.
Garuda Shield ini disebut sebagai latihan perang terbesar sepanjang sejarah kerja sama Indonesia dan AS.
Latihan Bersama diselenggarakan di tiga lokasi berbeda, yakni di Batu Raja, Sumatra Selatan; Amborawang, Kalimantan Timur; dan Makalisung, Sulawesi Utara.
Materi latihan Garuda Shield ke-15 di antaranya Staff Exercise, Field Training Exercise (FTX), Live Fire Exercise (LFX), Aviation dan Medical Exercise (Medex), Joint Combined Exchange Training (JCET) dan Garuda Airborne.
TNI AU Evakuasi WNI di Afghanistan
Pada 18 Agustus 2021, Pukul 06.00 WIB, pesawat Boeing 727-400 milik TNI AU mendapat misi evakuasi warga negara Indonesia yang berada di Afghanistan.
Setelah terjadi perpindahan kekuasaan antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban.
Berangkat dari Halim Perdanakusuma pesawat TNI AU berangkat menuju kabul dengan rute: Jakarta-Aceh-Colombo-Karachi-Islamabad-Kabul.
Setelah sempat menghadapi sejumlah kendala yang membuat izin evakuasi ditunda sehari. Pada 20 Agustus, pesawat TNI AU pun berhasil tiba di Kabul.
Sesampainya di sana masalah kembali terjadi, dari rencana hanya berhenti selama 30 menit, penerbangan pesawat harus tertunda selama 2 jam.
Akhirnya, Pesawat TNI AU lepas landas meninggalkan kabul sekitar pukul 07.10 waktu setempat dan mendarat dengan selamat pada Sabtu, 21 Agustus 2021.
Pesawat TNI AU itu membawa 26 WNI, 5 orang warga negara Filipina dan 2 WN Afghanistan.
Aksi Teror KKB
Tahun 2021 menjadi tahun yang amat berbahaya di Papua. Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menebar teror sebanyak 92 kali sepanjang tahun ini.
Diketahui, titik yang sering menjadi sasaran KKB, yakni:
Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Nduga
Dari 92 aksi teror tersebut terdapat sejumlah korban jiwa. Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mencatat TNI gugur sebanyak 11 orang dan 19 lainnya luka-luka, Polri gugur sebanyak 4 dan 3 lainnya luka-luka. Sementara itu, masyarakat tewas sebanyak 19 orang dan 11 orang lainnya luka-luka. Sedangkan korban tewas dari KKB sebanyak 12 orang.
Selain itu, ada juga anggota KKB yang tak lagi membelot. Total sebanyak 27 anggota (KKB) berhasil dikembalikan ke pangkuan NKRI.
Spesifikasi Alutsista TNI Teranyar 2021
Pada tahun 2021, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto telah membeli sejumlah alutsista guna memperkuat pertahanan bangsa Indonesia.
Mulai dari Rantis Maung buatan PT Pindad, lalu Helikopter Bell 412EPI bersama PT Dirgantara, dan juga Landing Ship Tank yang diberi nama KRI Teluk Weda dan KRI Teluk Wondama, serta Kapal Cepat Rudal produksi PT PAL Indonesia, dan ditambah Helikopter Latih Single Engine Bell 505.
Penambahan alutsista ini diharapkan bisa semakin memperkuat TNI baik di darat, laut maupun udara.
(Aldefa Nur Akbar/Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)
Komentar
Posting Komentar